test 404

Budidaya Ikan Lele Dengan Sistem Bioflock

By:
Categories: Budidaya Ikan Lele
No Comments

Saat ini banyak jasa yang menawarkan pelatihan budidaya ikan lele dengan berbagai metode, salah satunya adalah metode budidaya ikan kolam sistem bioflock. Hal itu sangat wajar karena lele merupakan jenis ikan yang mampu hidup di berbagai jenis air sehingga mudah dipelihara tanpa perawatan khusus. Untuk menghasilkan ikan yang berlimpah anda perlu memperhatikan berbagai cara bahkan jika perlu anda bisa mengikuti  pelatihan budidaya ikan lele sehingga hasil yang didapatkan semakin berkualitas. Apalagi dengan sistem bioflcok merupakan salah satu cara yang lebih modern yang perlu anda coba sebagai inovasi baru.

Pelatihan Budidaya Ikan Lele Untuk Mengenal  Sistem Bioflok

Budidaya lele dengan bioflock merupakan pembudidayaan ikan lele yang dilakukan dengan proses penumbuhan dan pengembangan mikroorganisme. Adapun proses ini dilakukan dengan cara mengolah limbah budidaya menjadi flok-flok atau gumpalan-gumpalan kecil sebagai makanan ikan secara alami. Proses ini merangsang pertumbuhan mikro-organisme yang dipacu dengan pemberian kultur bakteri.

Bakteri tersebut bersifat non pathogen sehingga memerlukan aerator untuk pensuplai oksigen dan mencampur miroorganisme tersebut. Cara budidaya ikan modern ini telah banyak digunakan di beberapa negara maju, namun saat ini juga sudah banyak dilakukan di Indonesia.  Untuk lebih jelasnya anda bisa mengikuti pelatihan budidaya ikan lele yang banyak dibuka oleh  beberapa lembaga.

Penerapan Metode Bioflok Untuk Budidaya Ikan Lele

Pembuatan kolam terpal

Dalam tahap ini anda bisa menyesuaikan besar kolam dengan kebutuhan anda. Untuk menjaga kestabilan serta kualitas air anda bisa memberikan payung atau atap untuk mencegah cahaya matahari mengenai kulit ikan. Sinar matahari langsung dapat mempengaruhi kualitas air serta merusak PH mikroorganisme yang berada didalam kolam.

Mempersiapkan air untuk pembesaran lele

Pengisian air dapat anda lakukan secara bertahap. Pada hari pertama anda bisa mengisi air dengan ketinggian 80 hingga 100 cm. Setelah itu pada  hari kedua anda bisa menambahkan bakteri pathogen atau probiotik. Selanjutnya pada hari berikutnya anda bisa memasukkan pakan bakteri atau probiotik. Setelah itu biarkan air media yang sudah diolah tersebut selama 7-10 hari untuk menghasilkan mikroorganisme yang baik.

Penebaran bibit lele

Setelah menyiapkan air, sekarang adalah waktunya untuk menebarkan benih lele  kedalam kolam. Pastikan anda memilih benih yang sehat dan berkualitas sehingga akan menghasilkan lele yang berkualitas pula. Kualitas benih yang baik dapat dilihat dari keaktifan benih itu sendiri. Untuk ukuran ikan, anda bisa memilih benih ikan dengan panjang 4-7 cm. Benih ikan lele yang disarankan adalah benih ikan lele yang dihasilkan dari indukan bersertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah, ada dua jenis strain  ikan lele yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu jenis ikan lele sangkuriang dan ikan lele mutiara. Benih lele sangkuriang dan benih lele mutiara ini la yang sangat baik perkembanganya dan tahan akan penyakit.

Perawatan harian

Jika tahap sebelumnya telah dilewati, selanjutnya adalah proses perawatan yang harus dilakukan setiap harinya. Dalam hal ini anda hanya perlu  memberikan pakan setiap harinya. Untuk hasil yang maskimal, anda bisa menggunakan jenis pakan dengan kualitas tinggi.

Nah beberapa hal diatas merupakan cara budidaya ikan secara bioflok. Jika anda ingin mengetahui secara lebih detail, baiknya anda mengikuti pelatihan budidaya ikan lele di Palembang yang sriwijaya fish sediakan agar hasilnya lebih maksimal. Dengan begitu anda bisa membuka usaha pembudidayaan ikan lele untuk memperbaiki keuangan anda.